JAKARTA – Dalam langkah yang menggembirakan, ASEAN Foundation telah menjalin kerjasama dengan Polda Jawa Tengah untuk meningkatkan literasi AI di kalangan masyarakat. Kerjasama ini akan melaksanakan Program AI Ready ASEAN yang mencakup pelatihan mendalam, kampanye kesadaran AI, serta Training of Trainers (ToT) yang berlangsung dari Februari hingga April 2026. Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas akses dan pemahaman mengenai teknologi AI di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Mendorong Literasi AI di Jawa Tengah
Rangkaian kegiatan ini akan diadakan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, dengan tujuan yang jelas: meningkatkan literasi AI dan kesiapan masyarakat untuk mengadopsi teknologi ini secara lokal. Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, mengungkapkan pandangannya, “Pemanfaatan AI dapat menjadi pendorong produktivitas, daya saing, dan pembangunan. Namun, manfaat tersebut hanya dapat dirasakan secara optimal jika diiringi dengan literasi dan pemahaman yang memadai.” Pernyataan ini menekankan pentingnya memahami teknologi sebelum kita menggunakannya.
Melalui program ini, ASEAN Foundation berkomitmen untuk memberikan keterampilan dan pemahaman yang diperlukan agar AI tidak hanya digunakan, tetapi juga dipahami dan dimanfaatkan dengan cara yang bertanggung jawab. Ini sangat relevan dengan transformasi digital yang tengah berlangsung di Indonesia, di mana AI dipercaya dapat mendorong perubahan signifikan di berbagai sektor, termasuk pendidikan, media, dan layanan publik.
Strategi Kolaboratif untuk Kesiapan Masyarakat
Inisiatif ini mencerminkan pendekatan kolaboratif lintas sektor yang diambil oleh ASEAN Foundation untuk mendukung kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan AI secara aman dan inklusif. Pelaksanaan program ini akan melibatkan In-depth Training AI yang direncanakan menjangkau sekitar 8.000 peserta, terdiri dari pemuda dan orang tua, di enam karesidenan di Jawa Tengah: Semarang, Pati, Pekalongan, Banyumas, Kedu, dan Surakarta.
Selain itu, program ini juga dilengkapi dengan kampanye Raising Awareness of AI yang ditargetkan untuk menjangkau lebih dari 140.000 orang, termasuk siswa, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat umum. Ini adalah langkah yang sangat signifikan dalam memastikan bahwa informasi dan pengetahuan mengenai AI dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.
Training of Trainers (ToT) untuk Keberlanjutan
Sebagai bagian dari upaya memastikan keberlanjutan dan konsistensi pesan literasi AI di tingkat daerah, ASEAN Foundation akan menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) bagi perwakilan Polda Jawa Tengah sebelum implementasi kegiatan di lapangan. Dalam pelatihan ini, aparat kepolisian bersama fasilitator lokal akan mendapatkan pengetahuan, materi, dan metode pembelajaran yang relevan. Tujuannya adalah agar mereka dapat berperan sebagai agen literasi digital dan AI di wilayah masing-masing.
Brigjen Pol. Latif Usman, Wakapolda Jateng, menegaskan bahwa “Dengan pemahaman yang tepat, teknologi dapat menjadi sarana yang memperkuat keamanan, kepercayaan, dan kualitas hidup bersama.” Ini adalah harapan yang sangat positif, di mana teknologi tidak hanya dilihat sebagai alat, tetapi juga sebagai bagian dari solusi untuk tantangan yang dihadapi masyarakat.
Insight Praktis untuk Masyarakat
1. **Pentingnya Literasi AI**: Memahami teknologi AI sangat penting untuk memaksimalkan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa pemahaman yang baik, kita mungkin tidak dapat memanfaatkan potensi AI secara optimal.
2. **Keterlibatan Komunitas**: Program ini tidak hanya berfokus pada individu, tetapi juga melibatkan komunitas secara keseluruhan. Ini adalah peluang bagus untuk belajar dan bertumbuh bersama.
3. **Peran Pelatihan**: Training of Trainers (ToT) akan memastikan bahwa pengetahuan mengenai AI dapat terus disebarluaskan secara berkelanjutan. Ini berarti bahwa pelatihan tidak hanya terjadi sekali, tetapi dapat diteruskan kepada lebih banyak orang.
Kesimpulan
Kerjasama antara ASEAN Foundation dan Polda Jawa Tengah dalam meningkatkan literasi AI untuk warga adalah langkah maju yang signifikan. Dengan pelatihan mendalam dan kampanye kesadaran, kita dapat mendorong pemahaman dan pemanfaatan AI yang bertanggung jawab di masyarakat. Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik dan lebih inklusif bagi semua. Mari kita sambut kesempatan ini untuk belajar dan beradaptasi dengan perubahan yang ada!
➡️ Baca Juga: Menteri LH Dukung Fatwa Haram Buang Sampah ke Laut untuk Lingkungan Bersih
➡️ Baca Juga: Peningkatan Arus Kendaraan di Tol Belmera dan MKTT Jelang Imlek 2026
Rekomendasi Situs ➡️ Togel Online

